Barbershop Selalu Dicari Sepanjang Masa, Lalu Bagaimana Cara Membuka Usahanya? Simak Tipsnya

Bisnis Barbeshop dapat dikatakan sedang trend, terlebih barbershop Hunky Dory beberapa waktu lalu menjadi perbincangan hangat. Karena Barbershop tersebut tiba-tiba dikunjungi oleh Presiden Joko Widodo beserta rombongannya.  Presiden Jokowi memang bukan sekedar berkunjung ke sana namun meminta cukur juga atas saran putra bungsunya Kaesang Pangarep.

Sejarah Barbershop

Barbershop sendiri berasal dari bahasa latin  ‘barba’ yang berarti janggut yang memang dimiliki oleh mayoritas pria. Sehingga barbershop memang bukanlah salon biasa, namun salon yang memang pemangkas jenggot dan kumis adalah para pria.

Barbershop pertama kali di berdiri di Wilayah Macedonia, sekitar 400 tahun sebelum Masehi dan menyebar hingga negara Mesir dan beberapa daerah lainnya. Meskipun pertama kali Barbershop ada di wilayah Macedonia namun Roma yang paling mengklaim bahwa bangsa merekalah yang memiliki keahlian dalam mencukur.

Zaman dahulu, ternyata para pencukur rambut ternyata bukan hanya bekerja sebatas mencukur rambut namun juga bisa sebagai melakukan operasi bedah kecil seperti yang dilakukan oleh para tabib yang juga memiliki keahlian mencabut gigi dan menyedot darah dengan lintah yang bisa dijadikan sebagai hewan untuk mengobati.

Mereka mendapat ilmu tersebut dari para pendeta pada abad pertengahan. Namun sayangnya para pendeta saat itu justru tidak mengobati pasien sebagaimana mestinya sehingga keluarlah peraturan dari Paus yang membolehkan para tukang cukur untuk mengobati para pasien sebagai sanksi kepada 1163 pendeta yang tidak mengoperasi pasien sesuai dengan ilmu bedah. Hinga pelayanan kesehatan saat itu dimonopoli oleh para tukang cukur.

Bahkan para pengusa Perancis memberikan izin mereka untuk melakukan praktek dan menimba ilmu bedah profesional di Fakultas Kedokteran di Paris University. Selain itu pemerintah Perancis pun membagi dua macam pengobatan, yakni ahli bedah profesional (doktor) dan tukang bedah amatir (tukang cukur barbershop). Salah satu tokoh dunia yang sukses menjadi tukang cukur sekaligus ahli bedah adalah Ambroise Pare yang kini namanya mendunia.

Selain Ambroise Pare, bukti bahwa para pencukur rambut kala itu merangkap menjadi para ahli bedah adalah simbol lampu yang terdapat pada barbershop-barbershop di dunia. Yang kini meski lampu yang berwarna merah putih biru tersebut telah dilarang pemasangannya namun beberapa barbershop di negara bagian barat masih menggunakannya.

Lampu tersebut sebenarnya memiliki kisah filosofi sendiri yakni warna merah berasal dari darah, biru berarti pembuluh darah dan putih berati perban yang steril. Sedangkan bentuk spiral lampu, menunjukkan bahwa perban yang dicuci dan diperas sehingga basah dan berubah menjadi kering. Namun sayang meski tukang cukur saat itu diakui keahliannya dalam membedah namun sejak abad ke 19, kedua profesi tersebut menjadi dipisahkan dan sangat berbeda. Tukang cukur tak lagi dibolehkan menjadi ahli bedah.

Meski begi di awal abad ke 20, industri barbershop justru semakin maju terutama di wilayah Amerika Serikat. Sehingga di tahun 1920an, berdirilah dua organisasi formal yang mengatur profesi ini yakni Associated Master Barbers of America dan Nacional Association of Barber School.

Perkembangan Usaha Barbershop di Indonesia

Tak hanya kaum Hawa, kaum Adam pun ingin memperindah penampilannya dengan berdandan. Salah satunya dengan merapihkan rambut mereka. Dari kebiasan para kaum adam ini maka mulai bermunculanlah yang namanya tempat tukang cukur para pria atau barbershop. Barbershop memang agak berbeda dengan salon, karena pencukurnya pria berbeda dengan salon yang biasanya wanita atau waria.

Di Indonesia sendiri perjalanan barbershop sudah ada sejak zaman penjajahan belanda. Salah satu barbershop yang melegenda adalah Barbershop bernama Ko Tang yang berada di kawasan Petak Sembilan yang berada di Jalan Pintu Besar Selatan 3 dekat dengan Pasar Pancoran Glodok Jakarta Barat. Barbershop yang  didirikan oleh pengusaha Tiong Hoa bernama Po Kin Tien yang kini telah wafat.

Barbershop tersebut sudah berdirisejak tahun 1936 dan hingga kini masih melayani para pelanggannya. Meski kini para pelanggannya telah menyusut karena memang barbershop yang usianya sudah menginjak angka 81 tahun ini pelanggannya memang orang-orang yang sudah berumur. Sedangkan para anak muda enggan ke barbershop ini mereka lebih memilih ke barbershop yang modern.

Meski begitu Barbershop yang pernah mengalami musibah kebakaran di tahun 2009 ini tetap melayani maskimal para pelanggannya. Bahkan pelayanan melegenda sejak dulu kala masih diterapkan di barbershop ini yakni mencuci rambut dengan menggunakan wastafel dengan perabotan yang kuno. Bahkan kursi untuk mencukur rambut usianya sama dengan usianya barbershop ini. Sehingga memang sudah terlihat tua.

Selain itu setelah dicukur biasanya para pelanggan dibersihkan telinganya dari bagian daun telinga hingga rongga lubang telinga. Ilmu korek telinga yang dilakukan oleh para pencukur rambut Ko Tang tidaklah sembarangan karena mereka belajar dari para pendahulunya.

Barbershop sendiri sebenarnya hampir sama dengan tempat cukur pria hanya saja pengemasannya lebih modern. Di tempat tertutup dan ada pelayanan lainnya seperti cat rambut, meluruskan atau mengkeriting rambut hingga memodifikasi bentuk rambut beraneka rupa. Tukang pangkas rambut yang biasanya berada di tempat yang terbuka seperti jalan raya atau di bawah pohon rindang atau lebih dikenal dengan (DPR). Biasanya yang memangkas ditempat tersebut adalah kaum marjinal bawah.

Meski tukang pangkas rambut pria masih banyak beredar namun barbershop juga sama. Namun tempat mereka lebih elit yakni di mal-mal mewah atau memiliki tempat tersendiri. Jasa pemotongan rambut disana juga lebih mahal dibandingkan di tempat cukur biasa, karena mereka harus membayar uang sewa atau pajaknya. Biasanya tarifnya sekitar Rp100.000 berbeda dengan tarif tukang cukur yang masih puluhan ribu rupiah.

Peluang Usaha Membuka Barbershop di Indonesia

Jika melihat peluang usaha pangkas rambut tentunya terbuka lebar di tanah air. Karena hampir semua orang membutuhkan jasa potong rambut ini baik pria maupun wanita. Namun tak semua pria mau memangkas rambutnya di salon, agak canggung dan khawatir dikira waria. Sehingga lebih memilih barbershop yang memang pangkas rambut khusus pria dibandingkan dengan salon. Jadi bisa dibilang peluang usaha barbershop masih terbuka lebar. Apalagi untuk membuka usaha barbershop ini tak perlu mengeluarkan banyak uang untuk investasi peralatan.

Modal Usaha Barbershop

Tak perlu banyak keluar uang untuk modal usaha barbershop. Karena peralatan yang diperlukan untuk membuka usaha pangkas rambut ini seperti gunting, alat cukur jenggot,kursi sisir, kaca besar untuuk bagian depan dan belakang, handuk kecil, kain pelindung, sabun, meja rias, silet, penjept handuk, shampo, conditioner, pengering rambut, cat warna rambut dan lain-lain.

Selain peralatannya yang terjangkau membuka usaha barbershop maka tak rentan oleh krisis dan tak pengaruh dengan musim. Namun kekurangan dari bisnis ini saingannya yang banyak dan bersaingnya bukan hanya dengan sesama barbershop namun juga dengan tukang cukur dan salon. Selain itu kebiasan masyarakat Indonesia yang lebih memilih untuk meminta cukur dengan orang terdekat dibandingkan dengan pergi ke barbershop.

Kelebihan dan Kekurangan Usaha Barbershop

Kelebihan :

  • Modal yang dikeluarkan relatif kecil namun pendapatannya tinggi.
  • Mudah dalam melakukan usahanya.
  • Tidak sulit mencari peralatan cukur.
  • Tukang pangkas rambut selalu dicari karena semakin hari pastinya semaki panjang rambutnya.

Kekurangan :

  • Terlalu Banyak Saingan.
  • Sulit Mendapatkan Karyawan yang Berpengalaman.
  • Limbah rambut bisa menjadi pencemaran.

Perhatikan Konsep Usaha Barbershop Dahulu

  • Tempat Usaha dan Berkolaborasilah

Tentukanlah tempat usaha yang strategis, mudah djangkau dengan kendaraan umum tak jauh dari keramaian misalnya mall. Jika harga sewa mahal, maka Anda bisa menyewanya bersama cafe atau toko buku sehingga para pelanggan yang akan dicukur sambil menungu antrian bisa minum kopi atau makan ringan dulu atau membaca buku.

  • Sediakan Hiburan

Menunggu adalah hal yang membosankan, apalagi bagi para pria yang memang tak suka menunggu sehingga sediakanlah hiburan seperti televisi, majalah atau koran dengan begitu pelanggan tak bosan menunggu antrian.

  • Tambahkan Fasilitas yang Akan Membuat Nyaman

Misalnya fasilitas pendingin ruangan seperti AC atau kipas angin dan lampu penerangan yang cukup sehingga memudahkan dalam mencukur.

  • Keahlian Nomor Satu

Meskipun fasilitas dari barbershop lengkap disertai dengan pelayanan yang maksimal namun jika keahlian dalam memangkas rambut minus maka pelanggan tak akan lagi datang. Namun jika keahlian barbershop Anda mumpuni maka akan terpublish dengan sendirinya barbershop Anda.

Seiring zaman model rambut berubah-ubah sehingga jika para pemangkas rambut tak mengikuti trend alhasil barbershop Anda akan ditinggalkan karena ketinggalan zaman. Sehingga tak ada salahnya untuk mendapatkan keahlian yang lebih Anda memberikan pelatihan kepada para karyawan dengan begitu keahlian mereka pun akan bertambah. Karena untuk mendapatkan karyawan yang keahliannya sudah tingkat profesional biasanya mereka meminta gaji yang tinggi.

Cara Mempromosikan Barbershop Anda

  1. Menyebarkan brosur yang berisikan kelebihan barbershop Anda misalnya fasilitasnya
  2. Berikan Diskon, misalnya jika berhasil membawa teman ke barbershop Anda maka dia diberikan diskon 50%.
  3. Berikan Tiket Gratis Mencukur, setiap sehabis mencukur berikanlah kupon atau tiket dan jika kupon sudah 5 kali maka ke enam kalinya dia mendapatkan tiket gratis untuk mencukur.
  4. Berikan pelayanan seperti yang dilakukan oleh Barbershop Legendaris Ko Tang, yang memberikan pelayanan membersihkan telinga. Atau bisa juga dengan pelayanan cuci rambut atau pemijatan.

Belajar Membuka Usaha Barbershop

Ingin buka usaha barbershop atau pangkas rambut tapi bingung mengelolanya? Tidak punya skill mencukur? Mengikuti pelatihan kursus potong rambut tidaklah mahal dan tidak juga  membutuhkan waktu yang lama.  Cari tau infonya di sini http://narotamabarber.com/kursus-potong-rambut-pria-profesional-narotama/

sumber http://goukm.id/bisnis-barbershop/ diakses 7 Agustus 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *